Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, Sang Gembala Agung, karena anugerah-Nya yang tak berkesudahan telah memampukan kita untuk berkumpul bersama pada hari ini, dalam persekutuan yang indah, penuh sukacita, dan penuh makna.
Hari ini, kita berdiri di sebuah persimpangan yang sarat berkat dan tanggung jawab. Kita menyaksikan dan mengambil bagian dalam dua peristiwa penting bagi keluarga besar Sekolah Tinggi Teologi Imanuel Pacet: Ibadah Pengutusan Pelayanan 2 Tahun dan Pembukaan Semester Baru Tahun Akademik 2025/2026.
Pertama, kita mengutus mahasiswa-mahasiswa pilihan Tuhan untuk melangkah keluar dari tembok kampus, meninggalkan kenyamanan yang mereka kenal, dan masuk ke ladang pelayanan yang nyata. Dua tahun ke depan bukan sekadar program akademik atau bagian dari kurikulum, tetapi sebuah perjalanan rohani, di mana iman akan diuji, kasih akan ditempa, dan ketaatan akan dibuktikan. Mereka akan bertemu dengan berbagai tantangan, namun juga akan melihat dan mengalami karya Tuhan yang luar biasa. Sebagaimana Tuhan Yesus berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”, maka hari ini kita mengutus para pekerja itu, dengan doa agar setiap langkah mereka menjadi jejak kasih Kristus di bumi.
Kedua, kita membuka lembaran baru dalam Semester Baru. Lembaran kosong ini akan kita isi dengan kerja keras, doa yang sungguh-sungguh, dan kerendahan hati untuk terus belajar. Semester ini adalah kesempatan bagi kita semua—baik dosen, staf, maupun mahasiswa—untuk semakin bertumbuh dalam hikmat dan pengenalan akan Tuhan, sehingga setiap pribadi diperlengkapi menjadi pelayan yang berintegritas, siap melayani di tengah gereja dan masyarakat.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Sinode GSJPDI, yang telah hadir untuk memberikan dukungan, penguatan, dan berkat rohani bagi kita semua. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Ketua Yayasan Putera Harapan Bangsa, yang senantiasa menopang visi dan misi STT Imanuel Pacet dalam mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang unggul.
Bapak, Ibu, Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk kembali meneguhkan panggilan kita. Mari kita ingat bahwa pelayanan bukanlah pilihan sampingan, melainkan kehormatan ilahi yang dipercayakan Tuhan. Biarlah setiap mahasiswa yang diutus dan setiap kita yang hadir hari ini, pulang dengan hati yang menyala-nyala, siap melayani, siap belajar, dan siap taat, demi kemuliaan nama Tuhan.
Akhirnya, marilah kita bersama-sama melangkah dengan keyakinan bahwa Dia yang memanggil kita adalah setia. Dia akan memampukan kita menyelesaikan pekerjaan yang telah Dia mulai dalam hidup kita.
Soli Deo Gloria.




STT Imanuel Pacet